7 Makanan Luar Negeri yang Cara Makannya di Indonesia Beda Banget dengan Negara Asalnya ....
Meski memiliki kekayaan kuliner, masyarakat Indonesia tidak menutup diri
untuk menerima makanan dari luar negeri. Sejak tahun 1980an, banyak
restoran dan rumah makan siap saji dari luar negeri yang bertandang dan
membuka gerainya di Indonesia. Kala itu masih berpusat di kota-kota
besar saja seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Tapi sekarang sudah
tersebar di berbagai kota dan propinsi.
Meski masyarakat Indonesia menerima makanan dari luar negeri tersebut -
bahkan telah menjadi tren gaya hidup mereka untuk makan makanan produk
luar negeri - tidak serta merta cara makan dan bentuk penyajian makanan
luar negeri tersebut mentah-mentah diaplikasikan begitu saja di
Indonesia. Butuh beberapa penyesuaian agar makanan tersebut bisa
diterima, mulai dari penggunaan bumbu (yang disesuaikan dengan selera
lidah orang Indonesia), hingga pada cara penyajian dan cara makannya.
Berikut ini adalah makanan "impor" dari luar negeri yang ada di
Indonesia, di mana cara penyajian dan cara makannya di Indonesia dibuat
berbeda dengan cara makan di negeri asal makanan tersebut, agar bisa
diterima masyarakat Indonesia. Meski beberapa di antaranya terkesan
konyol, tapi....
well... you know..... itulah uniknya makan makanan tersebut di Indonesia.....
1. PIZZA
Anda tentu tahu kalau pizza adalah makanan khas masyarakat Italia.
Makanan yang terbuat dari tepiung terigu ini disajikan dalam bentuk
bulat tipis dengan
topping daging, paprika, dan keju.
Sama seperti Indonesia, pizza juga ada dan diperkenalkan oleh sebuah
restoran franchise sejak tahun 1990-an. Sejak itu, pizza menjadi salah
satu menu makanan favorit keluarga yang sangat digemari Selain harganya
kini telah dibuat menyesuaian kantong masyarakat Indonesia, mulai dari
menengah hingga atas, menu yang disajikannya pun sangat beragam, seperti
nasi, pasta, ayam goreng, dan lain-lain, yang mana membuat menu pizza
menjadi tidak membosankan.
Karena awalnya hadir sebagai "makanan luar negeri", di mana makan dengan
sendok dan garpu menjadi ciri khas masyarakat barat, maka jika Anda
makan di restoran tersebut, di meja selalu disediakan sendok dan garpu.
Makan pizza pun dilakukan dengan menggunakan sendok dan garpu. Sangat
jarang sekali ada orang makan pizza dengan cara memegang potongan
pizza-nya.
Padahal di luar negeri, cara mengonsumsi pizza ya biasa saja : Dipegang dengan tangan dan dimakan begitu saja.
Well... mungkin biar keliatan makan pizza itu bergengsi dan terlihat
seperti gaya makan orang kelas atas, sehingga makan pizza di Indonesia
harus menggunakan pisau dan garpu.
2. DONAT
Donat adalah salah satu makanan yang "dipercaya" berasal dari Amerika
Selatan dan diciptakan oleh masyarakat Belanda yang berimigirasi di
negara tersebut pada abad 18. Kini donat adalah makanan yang sangat
populer di seluruh dunia dan diminati banyak orang, termasuk di
Indonesia. Jika sering menonton film Hollywood, maka Anda akan melihat
kalau donat menjadi "jajanan favorit" polisi di Amerika Serikat.
Di Indonesia pun, donat juga hadir di tahun 1990an dan dibawa oleh
sebuah restoran waralaba donat terkemuka dari luar negeri. Sama seperti
negara asalnya, donat dijual dalam berbagai bentuk. Tidak saja bulat
berlubang tengah seperti kebanyakan donat pada umumnya, namun juga dalam
bentuk gepeng dan bundar.
Jika di luar negeri, cara makan donat adalah dimakan dengan cara
memegang donat dengan tangan dan memakannya langsung, maka di Indonesia
sedikit berbeda. Dengan alasan makanan tersebut adalah makanan dari luar
negeri dan ingin tampak "berkelas" saat disajikan, maka jika makan
donat di restoran waralaba donat, sama seperti makan pizza, makannya
menggunakan pisau dan garpu. Sebenarnya "cukup aneh", mengingat donat
berukuran kecil dan sedikit "berlebihan" jika dimakan dengan pisau dan
garpu. Tapi..... namanya juga makan makanan bule, ya afdolnya dimakan
gaya bule juga.
3. BIBIMBAP
Ini adalah salah satu makanan tradisional sekaligus populer di Korea
Selatan. Makanan ini berupa nasi dengan daging dan sayuran serta kuning
telur setengah matang. Cara makannya terbilang unik : nasi dan lauknya
dicampur aduk. Setelah tercampur merata, barulah dimakan (Bibimbap
sendiri dalam bahasa Korea berarti "nasi campur aduk").

Di Indonesia, Restoran Korea baru mulai populer dua tahun terakhir ini
setelah wabah budaya Korea menulari masyarakat Indonesia. Banyak sekali
restoran waralaba Korea yang belakangan ini bermunculan di berbagai kota
besar di Indonesia. Dan Bibimbap menjadi salah satu menu andalan yang
disukai banyak orang. Sebenarnya penyajiannya nyaris persis sama dengan
penyajian di negara aslinya. Bedanya hanyalah pada telornya. Jika di
negara asalnya, telur yang digunakan adalah kuning telur setengah
matang, maka jika di Indonesia, telur disajikan lengkap dengan putih
telur dan dimasak matang. Selain alasan higienis (telur setengah matang
masih mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella yang dapat membuat
orang sakit perut jika mengonsumsi), banyak orang tidak suka dengan
aroma kuning telur yang amis dan menyengat.
Lebih parahnya lagi, dengan mencampur telur ke nasi dan lauk pauk akan
membuat wujud makanannya menjadi sangat tidak menarik (jadi lebih mirip
makanan buat
doggy....). Dengan pertimbangan itulah, maka
beberapa restoran waralaba memutuskan untuk menyajikan telur mata sapi
matang. Ada sih yang menyajikan Bibimbap dalam versi aslinya. Biasanya
restoran seperti itu adalah restoran yang dibuka oleh Korea dan
diperuntukkan bagi para ekspatriat Korea.
4. CAKWE
Cakwe adalah semacam roti panjang yang digoreng. Panganan yang aslinya
dari Daratan Tiongkok ini biasanya merupakan menu sarapan masyarakat di
sana (serta Hong Kong). Cakwe biasa hanya dimakan layaknya roti (tanpa
tambahan apapun) atau dimakan bersama bubur polos (cakwe dipotong-potong
kecil lalu diceburkan ke bubur atau hanya dicelup-celupkan di bubur
saja, untuk penambah rasa dan aroma bubur).
Di Indonesia, Cakwe awalnya populer di daerah Sumatera, khususnya Medan
dan Kepulauan Riau. Kini kehadirannya sudah merambah dan dikenal hampir
semua wilayah di Indonesia, khususnya Kalimantan dan Jawa. Namun berbeda
dengan cara makan di negara asalnya, cakwe justru dimakan dengan
dicocol saos sambal, saos tomat, atau bumbu kacang.
Cakwe juga digunakan sebagai salah satu komplemen makan bubur ayam,
selain suwiran daging ayam, potongan telur, seledri, dan bawang goreng.
5. BAKPAO
Salah satu makanan yang juga aslinya dari Daratan Tiongkok dan kini
sudah sangat populer di Indonesia. Terbuat dari terigu yang dibentuk
bulat dengan isi daging di dalamnya. Dalam bahasa aslinya, Bakpao
sendiri berarti "daging yang dibungkus". Makannya juga sangat simpel,
yaitu dengan memakan bakpao seperti makan roti.
Namun berbeda dengan Indonesia, terutama di daerah Jawa, makan Bakpao
biasanya menggunakan saos sambal atau saos tomat. Tujuannya untuk
mendapatkan "sensasi" rasa yang berbeda. Ada sih orang yang makan bakpao
tanpa saos, tetapi kebanyakan orang Indonesia lebih suka makan bakpao
dengan saos untuk mencari sensasi pedas dan asam.
6. SIOMAY
Siomay berasal dari bahasa Tiongkok Shumai / Saomay yang berarti
"pangsit daging babi". Salah satu makanan bergengsi ini biasanya
merupakan salah satu menu dimsum yang biasa dinikmati oleh orang
Tiongkok dan Hong Kong.
Seperti dimsum pada umumnya, Saomay disajikan dalam keranjang rotan dan
dimakan selagi hangat dan dicocol ke dalam campuran minyak wijen, arak,
dan kaldu ayam sebagai penambah rasa.
Di Indonesia, karena penduduknya kebanyakan orang Muslim, maka Siomay
dibuat dari daging ikan dan tepung tapioka. Cara makannya pun berbeda :
Siomay dipotong dalam ukuran sedang, lalu dituangi bumbu kacang dan
kecap manis.
7. MARTABAK
Martabak adalah makanan yang berasal dari Yemen, Timur Tengah. Dalam
bahasa aslinya, Martabak atau Murtabbaq berarti "dilipat". Aslinya,
martabak terbuat dari kulit roti yang lebar dan dilipat-lipat, lalu
digoreng. Bentuknya sekilas mirip roti croissant dari Perancis, namun
lebih lembut dan legit. Martabak disajikan dalam bentuk potongan segi
empat dan dituangi bumbu kaldu kental yang terdiri dari daging kambing,
telor, potongan timun, bawang merah, dan tomat.
 |
| Martabak Asin |
Di Indonesia, Martabak terdiri dari 2 jenis, yaitu Martabak Asin dan
Martabak Manis. Martabak Asin adalah martabak yang terbuat dari kulit
roti yang dibuat lebar, lalu di dalamnya diisi dengan campuran daging
cincang, telor, dan daun bawang, kemudian digoreng. Martabak dimakan
dalam kondisi kering dengan tambahan kecap asin dan acar cabe rawit,
timun, dan bawang merah yang segar.
Di Palembang, ada Martabak bernama Martabak HAR (Haji Abdul Rozak) yang
penyajiannya sangat mirip dengan martabak di negara asalnya.
 |
| Martabak Manis |
Sementara itu Martabak Manis adalah martabak yang terbuat dari tapioka.
Mirip martabak asin, hanya saja bentuknya bulat dan rasanya manis.
Biasanya Martabak Manis diberi gula, coklat, mentega, kacang halus,
keju, dan lain-lain sesuai selera. Biasanya Martabak seperti ini dikenal
dengan nama Martabak Bangka, karena pertama kali dijual dan
diperkenalkan oleh orang-orang dari Pulau Bangka, Sumatera Selatan.
Meski namanya Martabak, namun konsep Martabak Manis atau Martabak Bangka
sangat jauh berbeda dengan Martabak asli. Yang menyamakan keduanya
adalah dalam penyajiannya saja, di mana Martabak Bangka juga disajikan
dalam bentuk "terlipat".